Sekolah Alam Insan Mulia Lubuklinggau

Temani Perkembangan Emosional Anak Dengan Bahasa Cinta

Perkembangan anak adalah poin penting yang perlu diperhatikan orang tua dan pendidik. Jika perkembangan anak sesuai maka ia akan menjadi unggul. Salah satu aspek yang penting ialah perkembangan emosional.

Perkembangan emosional anak merupakan perkembangan tingkah laku pada anak agar dapat menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku dalam lingkungan masyarakat. Jika stimulus dalam proses perkembangan emosional tepat akan meningkatkan kecerdasan emosional (emotional Intellegence)/ EI.

Kecerdasan emosional ialah kemampuan untuk mengontrol emosi dengan baik. Adapun wilayah kecerdasan emosional yaitu sebagai berikut.

  1. Mengenali emosi diri/self-awarness: Kemampuan untuk membaca emosi diri dan penyebabnya.
  2. Manajemen dan motivasi diri/self management: Mengontrol emosi diri, reaksinya, dan menyesuaikannya dengan situasi yang berbeda. Termasuk emosi negatif, positif, dan motivasi diri.
  3. Kesadaran sosial/social-awarness: Kemampuan untuk merasakan, mengerti, dan bereaksi saat berhubungan degan orang lain.
  4. Mengatur hubungan/relationship management: kemampuan untuk menginspirasi, memengaruhi, dan membangun hubungan dengan orang lain termasuk juga dalam hal ini manajemen konflik.

Untuk menemani perkembangan anak agar kecerdasan emosionalnya bagus sehingga terbentuklah karakter anak yang baik dan kuat maka diperlukan cara-cara yang baik. Salah satunya dengan bahasa bunda/bahasa cinta/bahasa kasih.

Fungsi dan tujuan bahasa bunda dirangkum dalam 3 rumus yaitu sebagai berikut.

  1. Rumus 1 (Bahasa Cinta): Memenuhi kebutuhan atas cinta kasih. Menumbuhkan rasa dan keyakinan anak bahwa ia diterima, dihargai, dihormati, dan dicintai. Peningkatan akhlaq baik dan kecerdasan emosi yang signifikan. Orang tua dan anak-anak terhubung, berkasih sayang dan berbahagia.
  2. Rumus 2 (Membiasakan Kebiasaan dan Akhlaq Baik): Anak terbiasa/dibiasakan melakukan akhlaq baik. Memiliki kesadaran sendiri atau memilih untuk melakukan perbuatan baik. Anak mampu melakukan hal-hal baik.
  3. Rumus 3 (Memanage Akhlaq Kuat): Anak mampu menjadi problem solver, membangun akhlaq kuat, memilih bertanggungjawab, memimpin minimal dirinya sendiri, dan terbentuk akhlaq adil.

Tinggalkan komentar